Sabtu, 02 April 2016

Kisah Pasien Sakaratul Maut


Dr. Khalid Al-Jubair yang merupakan seorang ahli bedah jantung di Arab Saudi, mencertiakan kejadian menakutkan yang dialaminya ketika berbincang dengan pasiennya yang sedang sekarat.
Suatu hari seorang perawat menelepon Dr. Khalid bahwa ada pasien yang infusnya tidak berjalan dengan baik pada tangan sebelah kanannya, konsekuensinya harus dipindahkan ke tangan sebelah kirinya.
Dr. Khalid pun menghampiri pasien tersebut, yang sudah dirawat di rumah sakit selama 6 bulan.
Pada 5 bulan pertama ia masih berbincang-bincang dengan Dr. Khalid dan pada bulan keenam, pasien itu pingsan secara total dan tidak bisa bergerak sedikitpun.
Maka didatangilah pasien tersebut oleh Dr. Khalid dia mengecek tangan sebelah kirinya untuk mencari urat untuk dimasukkan infus.
Tiba-tiba dia dikagetkan ketika pasien yang tak sadarkan diri itu berbicara dengannya. “Dr. Khalid apa yang kamu akan lakukan? Apakah kamu Dr. Khalid?” ujar pasien itu.
“Ya betul saya Dr. Khalid.” Jawab Dr.Khalid.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tegas pasien tersebut.
“Saya akan mencari urat tangan kiri Anda untuk memasukkan infus,” jawab sang dokter.
Lalu pasien itu berkata, “Tidak! Kamu tidak akan menemukan urat tersebut karena saya sudah menjadi mayat.”
“Tidak kamu bukan mayat,” tegas Dr.Khalid.
Kemudian pasien itu berkata, “Wahai dokter! Saya sudah menjadi mayat, saya melihat apa yang tidak kamu lihat.
Sungguh saya melihat malaikat maut berada di depan saya sekarang,” ujar pasien tersebut.
Tangan pasien itu masih berada di genggaman Dr. Khalid dan kemudian dia teringat dengan salah satu hadits yang shahih dari Al-Barro’ bin adzib Ra, dimana Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian menghadap akhirat dan meninggalkan dunia (sakaratul maut) dan ia tergolong orang shaleh maka ia akan melihat (sejauh mata memandang), para malaikat yang putih wajahnya. Mereka adalah para malaikat ramah dan ia akan melihat kedudukannya di surga.”
Selama dari 30 tahun pengabdiannya di rumah sakit, Dr. Khalid pernah mengalami kejadian serupa, dimana ia melihat tiga orang yang menghadapi sakaratul maut, sebelum mereka meninggal.
“Wahai dokter, janganlah kamu buat capek dirimu, sungguh aku telah melihat kedudukanku di surga dan para bidadari telah disiapkan untukku,” ujar salah satu pasien pertama yang sekarat.
“Bahwa sesungguhnya saya telah mencium aroma surga sekarang,” kata pasien sekarat kedua.
“Sungguh saya melihat surga sekarang.” Ujar pasien ketiga yang sekarat.
Dalam ilmu medis, orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tidak akan bisa berbicara ataupun bergerak.
Tapi pengalaman yanga diceritakan Dr. Khalid benar-benar sangat mengejutkan, dimana ia mampu berbicara dengan orang yang sekarat dan mengetahui apa yang dihadapi seseorang yang diambang kematian.
Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Ra, ia berkata,”Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat didunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih dari bejana.
Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya.
Semoga kisah ini mengingatkan kita bahwa sebagai manusia, suatu saat nanti kita pasti mengalami yang namanya kematian. Oleh karena itu, sebelum kematian itu tiba dan semua pintu amal tertutup, mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Wallahualam.

Kamis, 28 Januari 2016

Senin, 29 Juni 2015

"Sabit" di Kuku Menunjukkan Kesehatanmu!

Ternyata orang yang sehat memiliki sabit di jempolnya, jari tengah dan jari telunjuk juga harus ada sabit, jari manis boleh tidak ada sabit. Jumlah sabit di kedua tangan harus mencapai 8-10 itu lebih baik. Makin sedikit sabitnya berarti kesehatan, konsentrasi, kekebalan tubuh makin jelek, berarti orang itu mudah letih dan lelah. Berapa sabit yang kamu punya saat ini???

Kenapa ada orang yang tidak punya sabit di jarinya? Hal ini berhubungan dengan kesehatan badan? Hitunglah jumlah sabit di kuku jarimu, bisa terlihat bagian tubuh manakah yang sedang sakit. Singkatnya, dari kuku bisa terlihat kesehatan organ tubuhmu.

Seorang ahli dokter Cina mengatakan, adalah ilmiah dan logis bila menilai kesehatan seseorang dilihat dari kukunya. Selain jempol, bila di jari lainnya tidak ada sabit, ginjalnya mudah sakit.



Sabit yang "hilang" bisa dicari kembali 

Kuku yang sehat berwarna kemerahan, halus dan bersinar, sabitnya terlihat jelas. Orang yang energinya makin penuh berarti sabitnya makin putih, kondisi sebaliknya adalah bisa sabit terlihat tak jelas. Biasanya luas sabit adalah 1/5 kuku kita, pinggirannya jelas. Saat sakit, sabitnya akan mengecil, bila kembali sehat, sabit akan muncul lagi.

Di jempol harus ada sabit

Orang yang sehat harus punya sabit di kedua jempol jarinya, jari telunjuk dan jari tengah harus ada sabit, jari manis tidak harus ada sabit. Total 8-10 sabit di kedua tangannya. Biasanya di jempol, telunjuk, jari tengah ada sabit, total minimal 6 sabit baru dikatakan sehat.

Orang yang sehat, sabitnya sebesar 1/5 kuku, bila tidak, berarti energinya kurang, penyerapan usus besar kurang sehat. Bila sabit tiba-tiba berubah gelap, mengecil, hilang, berarti ada penyakit yang parah, atau ada tumor, pendarahan di dalam, dll. Bila sabit lebih besar dari 1/5, kemungkinan menderita hipertrofi jantung, kerentanan terhadap kardiovaskular, hipertensi, stroke dan penyakit lainnya.

Menjaga sabit berarti menjaga kesehatan

Anak-anak sebelum masa perkembangan, tidak punya sabit, jadi para orang tua jangan khawatir, tunggu setelah ia mulai berkembang, sabitnya akan muncul. Bila sering tidur malam atau bergadang, kehidupan seksnya tidak bersih, sabit akan menghilang dan sulit untuk kembali lagi. Maka jangan bergadang dan indulgensi ya.

Para ahli menyatakan,makin kecil sabit, energy makin kecil, kesehatan tubuh makin jelek, kekebalan menurun. Bila tidak ada sabit juga bukan berarti penyakitan, tapi yang perlu diperhatikan adalah : bila tidak ada sabit, sekali sakit bisa parah. Bila sabitmu makin berkurang, banyaklah konsumsi protein dan makanan yang hitam, seperti beras merah, jamur hyuka. Jaga stamina badan, dan seringlah berolahraga.

Melihat apakah dirimu sakit, dan juga digabung dengan faktor-faktor lainnya, harus lewat pemeriksaan dokter baru tahu, jangan hanya karena melihat perubahan sabit, dan membuatmu khawatir.

Sumber : cerpen.co.id


Favorit Pembaca Info Pendek

SEJARAH PEMIKIRAN MANUSIA TENTANG TUHAN

Pemikiran Barat atau manusia primitive              Proses perkembangan pemikiran manusia tentang tuhan menurut teori evolusionisme ada...